Bisnis Indonesia, Senin, 16/06/2008
JAKARTA: Manajemen PT Apexindo Pratama Duta Tbk meminta PT Mitra Rajasa Tbk sebagai pengendali baru yang akan memiliki 80,57% saham Apexindo bersedia mengucurkan US$450 juta atau setara Rp4,18 triliun untuk mendukung pembelian anjungan pengeboran migas (rig) baru.
Presiden Direktur Apexindo Hertriono Kartowisastro mengatakan setelah Mitra Rajasa menguasai Apexindo, pengendali baru itu diharapkan bisa menopang pengembangan ke depan sesuai dengan rencana awal manajemen perusahaan pengeboran migas tersebut.
"Setidaknya, untuk memenuhi kebutuhan pengembangan Apexindo dan menghindari pertumbuhan yang flat, kami membutuhkan pembelian dua rig baru senilai US$450 juta. Pendanaannya kami serahkan pada kebijakan pemilik baru," ujarnya kepada Bisnis akhir pekan lalu.
Manajemen Apexindo, katanya, hingga kini belum menggelar rapat dengan Mitra Rajasa. Namun, pertemuan guna membahas langkah perseroan ke depan pascaakuisisi itu dijadwalkan pada pertengahan pekan ini.
Meski manajemen Apexindo tidak terlibat dalam pengambilalihan itu, Hertriono menilai PT Medco Energi Internasional Tbk dan Encore International Ltd semestinya memiliki pertimbangan tersendiri. Apexindo merupakan anak perusahaan Medco dan Encore.
"Medco dan Encore setuju melepas Apexindo ke Mitra Rajasa, itu tak lain karena saya perkirakan Mitra Rajasa merupakan pembeli yang paling serius. Bukan karena hal lain," tuturnya.
Laporkan transaksi
Secara terpisah, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyatakan pihak yang menilai transaksi pembelian Apexindo beberapa kalangan terlalu murah dapat melaporkan hal itu.
"Bapepam-LK tidak ikut campur urusan operasional mereka. Kalau mereka anggap harganya kemurahan, mereka bisa saja menuntut atau melaporkan hak itu," kata Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany.
Dia mengatakan Bapepam-LK akan lebih fokus pada penilaian laporan keuangan Mitra Rajasa dan Apexindo.
Transaksi akuisisi saham Apexindo terjadi pada 9 Juni ketika Medco dan Mitra Rajasa menandatangani kesepakatan jual beli pada harga Rp2.450 per saham.
Mitra berkomitmen untuk membeli 80,57% saham perusahaan pengeboran itu di level harga Rp2.450 per saham atau senilai total Rp5,16 triliun. Harga divestasi Rp2.450 per saham itu premium 11,36% dibandingkan dengan harga penutupan saham Apexindo pada 9 Juni Rp2.200.
Menurut sumber Bisnis, Northern Offshore Drilling, sebuah perusahaan milik konglomerat asal Norwegia, menawar saham Apexindo senilai Rp2.600 per saham atau total US$731 juta melalui pembayaran tunai.
PT Pertamina (Persero) juga dikabarkan menawar Apexindo pada kisaran harga yang sama.
"Lantas, kenapa manajemen Medco menjual Apexindo kepada pelaku usaha nonmigas dengan penawaran harga yang rendah?"
Dia mengatakan penawar yang lebih tinggi dan dengan mekanisme pembayaran lebih mudah justru tidak dipertimbangkan oleh manajemen Medco.
Pada penutupan perdagangan saham 13 Juni, harga saham Mitra Rajasa ditutup pada level Rp700 atau turun Rp10 apabila dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. (sylviana.pravita@bisnis.co.id)
Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia